Mojowarno – Mahasiswa Kelompok 18 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Sustainable Development Goals (SDGs) UPN “Veteran” Jawa Timur menggelar sosialisasi Pengendalian Hama Terpadu bertajuk “Bye Hama, Halo Panen” di Balai Desa Sukomulyo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jumat (31/7/2026). Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengenalkan teknologi tepat guna berupa light trap bertenaga panel surya sebagai alternatif pengendalian hama padi yang ramah lingkungan.

Kegiatan ini dimulai pukul 19.00 WIB diikuti lima perwakilan petani dari Dusun Kebonwuni, Sigaran, Cakul Lor, dan Cakul Kidul. Peserta mendapatkan edukasi mengenai prinsip kerja, manfaat, serta cara pembuatan dan penggunaan light trap.

Pemateri Nicolas Christian P. Siagian menjelaskan bahwa light trap memanfaatkan cahaya ultraviolet untuk menarik serangga hama pada malam hari. Alat ini menggunakan panel surya sebagai sumber energi dan dilengkapi sensor Light Dependent Resistor sehingga dapat menyala dan mati secara otomatis sesuai kondisi cahaya.

“Penggunaan light trap diharapkan dapat mengurangi penggunaan pestisida sintetis sekaligus menekan biaya operasional petani,” ujarnya. Ia menambahkan, alat tersebut memiliki jangkauan cahaya sekitar 30–40 meter dengan kebutuhan ideal 10–14 unit per hektare lahan.

Selanjutnya, William Arifian memaparkan komponen, proses perakitan, serta estimasi biaya pembuatan alat, yakni sekitar Rp134.000 menggunakan rangka pipa PVC atau sekitar Rp90.000 dengan rangka bambu. Mahasiswa juga mendemonstrasikan penggunaan light trap yang sebelumnya telah diuji coba di lapangan. Hasil uji menunjukkan alat mampu menangkap berbagai serangga hama malam, seperti wereng dan kepik, tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem pertanian. Kepala Desa Sukomulyo, Soni Wibisono, mengapresiasi inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN.

Menurutnya, teknologi ini dapat menjadi solusi bagi petani dalam menghadapi serangan hama. “Kami berharap para petani dapat menerapkan teknologi ini secara berkelanjutan sehingga produktivitas pertanian di Desa Sukomulyo terus meningkat,” ujarnya. Dosen Pendamping Lapangan Kelompok 18, Dimas Nugroho Dwi Seputro, S.Si., M.B.A., mengatakan antusiasme petani selama kegiatan menunjukkan tingginya kebutuhan akan inovasi pertanian yang mudah diterapkan.

Melalui kegiatan ini, Kelompok 18 KKN Tematik SDGs UPN “Veteran” Jawa Timur mendorong pemanfaatan light trap bertenaga panel surya sebagai solusi pengendalian hama yang lebih efektif, hemat energi, dan berkelanjutan bagi petani Desa Sukomulyo.