Mojowarno – Suasana penuh sukacita, kebersamaan, dan semangat pelestarian budaya mewarnai Perayaan Riyaya Unduh-Unduh Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno yang diselenggarakan pada Minggu, 10 Mei 2026. Tradisi tahunan yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Mojowarno ini kembali menghadirkan harmoni antara nilai-nilai keagamaan, budaya, dan kebersamaan lintas elemen masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Jombang, Salmanudin, S.Ag., M.Pd., mewakili Pemerintah Kabupaten Jombang. Turut hadir unsur Forkopimcam Mojowarno, tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran Pemerintah Kecamatan Mojowarno, Pemerintah Desa Mojowarno, serta jemaat GKJW Mojowarno dan masyarakat yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Riyaya Unduh-Unduh merupakan tradisi ungkapan syukur atas berkat dan hasil yang telah diterima, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan serta menjaga kerukunan antarumat beragama. Perayaan ini juga menjadi salah satu warisan budaya yang terus dilestarikan oleh masyarakat Mojowarno sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Rangkaian acara semakin semarak dengan pagelaran wayang kulit, yang kembali menjadi daya tarik utama dalam perayaan tahun ini. Melalui kisah-kisah pewayangan yang sarat akan nilai moral, keteladanan, dan gotong royong, masyarakat diajak untuk terus menjaga persatuan, toleransi, dan semangat hidup berdampingan dalam keberagaman.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jombang Salmanudin, S.Ag., M.Pd. menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, jemaat GKJW Mojowarno, dan masyarakat yang terus menjaga serta melestarikan tradisi Riyaya Unduh-Unduh. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga merupakan aset budaya Kabupaten Jombang yang mampu memperkuat persaudaraan, memperkokoh nilai toleransi, serta mendukung pengembangan potensi budaya daerah.

Selain pagelaran seni budaya, masyarakat juga menikmati berbagai rangkaian kegiatan yang mencerminkan rasa syukur atas hasil bumi serta semangat berbagi kepada sesama. Kehadiran berbagai unsur pemerintah bersama masyarakat menunjukkan kuatnya sinergi dalam menjaga kerukunan dan mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas Kabupaten Jombang.

Bagi Kecamatan Mojowarno, Riyaya Unduh-Unduh bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi simbol nyata kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai toleransi, gotong royong, dan keberagaman. Tradisi ini menjadi bukti bahwa budaya dan kehidupan beragama dapat berjalan berdampingan secara harmonis, sekaligus menjadi daya tarik budaya yang memperkaya khazanah Kabupaten Jombang.

Kegiatan ditutup dengan suasana penuh keakraban dan kebersamaan melalui silaturahmi antar peserta serta dokumentasi bersama. Diharapkan tradisi Riyaya Unduh-Unduh GKJW Mojowarno dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang memperkuat identitas daerah serta menjadi inspirasi dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.